Said Abdullah Dorong Regenerasi dan Peran Kader Muda dalam Musancab PDIP Sumenep

Jatimtoday.net, Sumenep – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan pentingnya regenerasi kepengurusan dan penguatan peran kader muda dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan yang digelar di Gedung Islamic Center, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Minggu (27/4/2026).

Menurut Said, Musancab merupakan bagian dari siklus organisasi partai yang berjalan secara berkelanjutan sesuai dengan konstitusi internal partai.

“Ini bagian dari perputaran organisasi yang terus berjalan. Kami menjaga konsistensi terhadap konstitusi melalui proses regenerasi yang dilakukan setiap lima tahun,” kata Said.

Ia menjelaskan, proses regenerasi tersebut dimulai dari tingkat pusat melalui kongres, dilanjutkan ke tingkat provinsi melalui konferensi daerah, hingga ke tingkat cabang dan anak cabang seperti Musancab.

Saat ini, kata dia, pelaksanaan Musancab di Jawa Timur telah dimulai dari wilayah Madura dan akan berlanjut ke Surabaya serta daerah lain hingga mencakup seluruh kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Said menekankan pentingnya memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam kepengurusan partai. Ia menyebutkan, terdapat ketentuan yang mengatur komposisi pengurus di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), termasuk keterwakilan usia muda.

“Komposisi kepengurusan PAC harus memuat minimal 30 persen kader berusia di bawah 35 tahun. Bahkan, dalam struktur ketua, sekretaris, dan bendahara, salah satunya harus berasal dari kelompok usia tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam struktur partai yang dinilai terus meningkat. Di Jawa Timur, keterwakilan perempuan dalam kepengurusan telah mencapai lebih dari sepertiga dari total struktur.

Said menegaskan, keberadaan kader partai tidak hanya berorientasi pada aktivitas politik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam melayani masyarakat.

“Tugas kader adalah hadir di tengah rakyat, membantu menyelesaikan persoalan mereka, serta menjadi jembatan aspirasi,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap pondok pesantren sebagai bagian dari pilar sosial yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Said, kepedulian terhadap pesantren menjadi salah satu bentuk komitmen kader dalam menjaga hubungan dengan basis sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Penulis: YITEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *