Duka di Rel Bekasi Timur, Said Abdullah Soroti Pentingnya Keselamatan dan Dukungan Psikologis Korban

Jatimtoday.net, Sumenep – Tragedi memilukan di jalur rel kereta api Bekasi Timur tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memunculkan seruan refleksi dari berbagai pihak. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif terhadap keselamatan publik, khususnya di area transportasi yang rawan kecelakaan.

Dalam pernyataan resminya, Said menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada rasa duka semata. Ia menegaskan bahwa tragedi ini adalah pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab bersama.

“Kami sungguh ikut berdukacita yang mendalam dan berbela sungkawa atas tragedi rel kereta api di Bekasi Timur,” ujar Said, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan cerminan dari masih adanya celah dalam sistem keselamatan yang perlu segera dibenahi.

Ia menilai semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi serius.

“Kami menyesalkan atas terjadinya tragedi tersebut. Namun inilah kenyataan yang harus kita hadapi bersama,” lanjutnya.

Lebih jauh, Said menyoroti pentingnya membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan di sekitar jalur kereta api harus menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban formal.

“Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat,” tegasnya.

Di tengah suasana duka, Said juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia. Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan berat.

“Tentu kita akan terus mendoakan para korban yang telah meninggal dunia, semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Said.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada kondisi psikologis keluarga korban. Said menilai dukungan moral dan sosial sangat dibutuhkan agar mereka mampu bangkit dari trauma dan kesedihan yang mendalam.

“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” imbuhnya.

Tragedi Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan di ruang publik masih membutuhkan perhatian lebih serius. Di balik ungkapan duka, tersimpan pesan kuat: empati harus berjalan seiring dengan tindakan nyata untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Penulis: YITEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *