Jatimtoday.net, Makkah – Niat kuat pasangan suami istri asal Kabupaten Pamekasan, Madura, untuk berkurban unta di Tanah Haram sempat diuji. Seorang jemaah haji bernama Taufadi bahkan harus kehilangan akses kartu ATM miliknya setelah tertelan mesin ATM di Makkah.
Meski menghadapi kendala, Taufadi tetap berusaha agar niat ibadah kurbannya bersama sang istri bisa terlaksana saat Iduladha 1447 Hijriah.
“Sejak di tanah air, istri berniat akan berkurban unta di tanah haram. Setelah rapat pada Kamis, 13 Mei 2026, saya bertemu Kiai Haji Taufik dari KBIHU Al-Mabrur yang pernah menimba ilmu di Makkah untuk membantu pengurusan kurban tersebut,” ujar Taufadi, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, proses pembayaran kurban sempat menemui hambatan saat dirinya mengambil uang tunai di ATM dekat hotel tempat menginap.
“Namun sayang, nasib saya yang sering lupa nomor PIN ATM, bukan uang yang saya dapatkan, justru kartu ATM saya yang tertelan mesin ATM karena sudah lebih dari tiga kali salah memasukkan nomor PIN,” katanya.
Peristiwa itu sempat membuatnya panik. Apalagi saat itu aktivitas di sekitar Masjidil Haram sedang padat oleh jemaah haji dari berbagai negara.
Taufadi kemudian menghubungi pihak Bank Mandiri di Pamekasan untuk memastikan keamanan saldo rekeningnya. Setelah dipastikan aman melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, ia memilih tidak mengurus kartu ATM yang tertelan dan mencari solusi lain.
“Setelah dana terkumpul, saya menyerahkannya kepada Kiai Haji Taufiq sehingga niat kurban unta di tanah haram alhamdulillah terlaksana,” ujarnya.
Semangat Taufadi dan istrinya menjadi gambaran kuatnya tekad jemaah haji Indonesia dalam menjalankan ibadah, meski harus menghadapi kendala teknis di negeri orang.












