Tabungan Ukhuwah Jadi Upaya BPRS Bhakti Sumekar Tumbuhkan Budaya Menabung

Jatimtoday.net, Sumenep – Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan dan membangun budaya menabung terus diperkuat oleh BPRS Bhakti Sumekar melalui program nasional Tabungan Ukhuwah. Program ini dihadirkan sebagai salah satu langkah strategis untuk mengajak masyarakat lebih disiplin mengelola keuangan sekaligus memanfaatkan layanan perbankan syariah secara optimal.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa Tabungan Ukhuwah tidak hanya berfungsi sebagai produk penghimpunan dana, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Menurutnya, menabung merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi keluarga. Namun, kesadaran untuk menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin masih perlu terus ditingkatkan di berbagai kalangan masyarakat.

Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan Tabungan Ukhuwah sebagai program yang mudah diakses dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tabungan Ukhuwah bukan sekadar produk tabungan. Program ini kami hadirkan untuk menumbuhkan semangat menabung dan memperkuat kesadaran masyarakat bahwa perencanaan keuangan yang baik harus dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin,” ujar Fajar, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai kebutuhan dan tantangan ekonomi, masyarakat perlu memiliki kesiapan finansial yang memadai. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Dengan memiliki tabungan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak, merencanakan pendidikan anak, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan masa depan lainnya tanpa harus bergantung pada pembiayaan yang berisiko.

Menurut Fajar, kehadiran Tabungan Ukhuwah juga menjadi bagian dari upaya BPRS Bhakti Sumekar dalam mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat. Program tersebut dirancang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ruh dalam ekonomi syariah.

“Nilai ukhuwah yang kami usung dalam program ini mencerminkan semangat kebersamaan dan saling mendukung. Kami ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan nasabah, bukan sekadar hubungan antara lembaga keuangan dan pelanggan, tetapi hubungan yang dilandasi kepercayaan dan manfaat bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu fokus penting yang terus dikembangkan oleh BPRS Bhakti Sumekar. Menurut dia, semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, semakin besar pula peluang terciptanya kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, melalui berbagai program dan layanan yang dimiliki, BPRS Bhakti Sumekar berupaya mengajak masyarakat untuk menjadikan menabung sebagai bagian dari gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.

Ia berharap kehadiran Tabungan Ukhuwah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kemandirian finansial dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Semakin dini seseorang membiasakan diri menabung, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan di kemudian hari,” ucap Fajar.

Melalui program Tabungan Ukhuwah, BPRS Bhakti Sumekar optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus menumbuhkan budaya menabung di tengah masyarakat Kabupaten Sumenep. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung, diharapkan tercipta ketahanan ekonomi keluarga yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Penulis: SPYEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *