Berita  

BEM Sumenep dan LPM Cakrawala UNIBA Hidupkan Semangat Reformasi ’98 Lewat Nobar dan Mimbar Bebas

Jatimtoday.net, Sumenep – Aliansi BEM Sumenep bersama LPM Cakrawala Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter sejarah Reformasi 1998 yang dilanjutkan dengan Mimbar Bebas. Kegiatan ini bertujuan merawat ingatan kolektif generasi muda terhadap salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Melalui pemutaran film dokumenter gerakan mahasiswa 1998, peserta diajak menelusuri kembali perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia dalam menumbangkan rezim Orde Baru. Film tersebut menampilkan berbagai dinamika perjuangan yang sarat pengorbanan demi menuntut keadilan, kebebasan berpendapat, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Koordinator BEM Sumenep, M. Salman Farid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Sejarah bukan sekadar lembaran masa lalu untuk dihafal, tetapi kompas untuk melangkah ke depan. Lewat kegiatan nobar ini, kami ingin memantik kembali kesadaran generasi Z dan milenial bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan panjang dan berat para pejuang Reformasi tahun 1998,” ujar Salman.

Menurutnya, semangat Reformasi harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak kehilangan arah dalam mengawal demokrasi.

“Kami tidak ingin generasi muda hanya mengenal Reformasi dari buku pelajaran. Mereka harus memahami nilai-nilai perjuangan, keberanian menyampaikan kritik, dan pentingnya mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Usai pemutaran film, acara dilanjutkan dengan Mimbar Bebas yang menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta refleksi terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

Dalam forum tersebut, sejumlah orator menyoroti berbagai agenda Reformasi yang dinilai masih belum sepenuhnya terwujud, seperti penegakan hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, dan penguatan institusi demokrasi.

Salman menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang refleksi sejarah, tetapi juga sarana membangun kesadaran kritis di kalangan mahasiswa.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan agen-agen perubahan yang tidak buta sejarah dan memiliki keberanian untuk mengawal arah bangsa. Reformasi bukan sekadar peristiwa masa lalu, tetapi amanah yang harus terus diperjuangkan demi Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi yang berkembang dalam Mimbar Bebas menunjukkan masih kuatnya perhatian mahasiswa terhadap isu-isu demokrasi, hak asasi manusia, dan masa depan bangsa.

Penulis: SPYEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *