Jatimtoday.net, Sumenep – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengingatkan para petani agar mengutamakan kualitas tembakau menjelang musim tanam 2026. Mutu hasil panen dinilai menjadi faktor utama yang menentukan nilai jual komoditas unggulan tersebut.
Memasuki musim kemarau, sebagian petani di Kabupaten Sumenep mulai melakukan persemaian benih sebagai tahap awal budidaya tembakau. Aktivitas tersebut menandai dimulainya persiapan musim tanam yang setiap tahun menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah penghasil tembakau berkualitas.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan musim kemarau selalu dinantikan masyarakat Madura karena menjadi periode ideal untuk budidaya tembakau.
“Tidak hanya di Sumenep, musim kemarau selalu dinanti masyarakat Madura karena menjadi momentum menanam tembakau,” ujar Chainur Rasyid, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan, selain kondisi cuaca yang mendukung, petani juga harus menjaga kualitas tanaman sejak proses budidaya hingga masa panen. Menurutnya, mutu tembakau yang baik akan berdampak langsung terhadap harga jual di tingkat petani.
DKPP berharap musim kemarau tahun ini berlangsung sesuai pola normal sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas tembakau Sumenep.
“Yang terpenting kualitas tembakau tetap bagus sehingga harganya juga baik. Cuaca yang bersahabat akan sangat membantu menjaga kualitas hasil panen,” katanya.
Berdasarkan data DKPP, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun, pada 2025 luas tersebut menurun menjadi sekitar 14 ribu hektare.
Untuk mengembalikan potensi produksi, pemerintah daerah berencana mendorong peningkatan luas tanam. Langkah itu didukung oleh ketersediaan lahan yang masih cukup luas, terutama di kawasan perbukitan dan lahan tegalan yang dinilai cocok untuk pengembangan tanaman tembakau.
Pemerintah berharap peningkatan kualitas dan perluasan areal tanam dapat memperkuat daya saing tembakau Sumenep sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani pada musim tanam tahun ini.












