Jatimtoday.net, Sumenep – Ratusan kelompok tani di Kabupaten Sumenep akan menerima bantuan hand tractor dari Pemerintah Kabupaten Sumenep pada 2026. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) itu diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan proses pengadaan hand tractor saat ini masih berlangsung melalui sistem e-katalog. Pihaknya menargetkan bantuan tersebut dapat segera disalurkan setelah seluruh tahapan pengadaan selesai.
“Saat ini proses pengadaannya sudah berjalan melalui e-katalog. Kami berharap bisa segera terealisasi agar bantuan hand tractor dapat segera diserahkan kepada kelompok tani yang mengusulkan,” kata Chainur Rasyid, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari program yang didanai melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sumenep. Selanjutnya, alsintan akan disalurkan kepada kelompok tani yang telah mengajukan usulan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Chainur, keberadaan hand tractor akan membantu petani mengolah lahan secara lebih cepat dibandingkan cara konvensional. Selain menghemat waktu dan tenaga, penggunaan alsintan juga diharapkan dapat menekan biaya produksi sehingga petani bisa lebih efisien dalam menjalankan usaha taninya.
“Pengadaan alsintan ini bersumber dari Pokir DPRD dan akan disalurkan kepada kelompok tani pengusul. Harapannya, alat ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan hasil produksi petani,” ujarnya.
Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk pengadaan hand tractor pada tahun 2026. Pengadaan tersebut dibagi ke dalam dua paket pekerjaan.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Masdawi, mengatakan program pengadaan alsintan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota dewan saat kegiatan reses.
Ia berharap proses pengadaan segera dituntaskan agar manfaatnya dapat dirasakan petani, terutama menjelang musim tanam. Selain itu, ia mengingatkan agar pelaksanaan pengadaan tetap mengacu pada rencana anggaran biaya (RAB) dan ketentuan yang berlaku.
“Semakin cepat direalisasikan tentu semakin baik, sehingga petani dapat segera memanfaatkan bantuan ini untuk mendukung aktivitas pertanian mereka,” pungkasnya.












