Jatimtoday.net, Pamekasan – Upaya mengurangi risiko bencana tidak selalu membutuhkan langkah besar. Dari halaman rumah yang tidak seluruhnya dibeton, pohon yang ditanam di pekarangan, hingga kebiasaan mengelola sampah dengan benar, semuanya dapat menjadi bagian dari mitigasi bencana.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di Tingkat Lokal di Kantor Balai Desa Laden, Dusun Sekar Putih, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Minggu (9/8/2026).
Menurut Hj. Ansari, masyarakat tidak boleh hanya memikirkan bencana ketika musibah telah terjadi. Kesiapsiagaan justru harus dibangun jauh sebelum bencana datang, terutama dengan mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing.
“Karena kita sering terdampak bencana, bagaimana masyarakat bisa melakukan mitigasi sejak dini sehingga risikonya dapat diminimalkan,” kata Hj. Ansari.
Ia menilai, perubahan perilaku di tingkat rumah tangga merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik, kata dia, bukan hanya menimbulkan persoalan kebersihan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi lingkungan ketika terjadi hujan deras maupun bencana lainnya.
Selain persoalan sampah, masyarakat juga diajak kembali memperhatikan keberadaan ruang terbuka dan pepohonan di sekitar rumah.
Hj. Ansari mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan betonisasi secara berlebihan pada halaman maupun lingkungan tempat tinggal. Sebagian lahan sebaiknya tetap dibiarkan terbuka sehingga air hujan memiliki ruang untuk meresap ke dalam tanah.
“Jangan semua halaman dan lingkungan rumah dibeton. Kita perlu menyisakan ruang terbuka, menanam pohon dan menjaga lingkungan agar air hujan tetap memiliki tempat untuk meresap,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bentuk nyata membangun ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana.
Ia pun mendorong agar edukasi kebencanaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
“Masyarakat perlu mengetahui potensi bencana di wilayah sekaligus memahami tindakan yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi Penguatan Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di Tingkat Lokal tersebut berlangsung pada 9–11 Agustus 2026. Hadir dalam kegiatan itu Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Nadhirah Seha Nur, Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, serta Pj Kepala Desa Laden Syaiful Arif Azzam.
Bagi Hj. Ansari, membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana pada akhirnya bukan hanya soal bagaimana bertindak saat keadaan darurat, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan sebelum bencana datang.












