Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 Meriahkan Hari Jadi Sumenep, Bupati Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Oplus_16908288

Jatimtoday.net Sumenep – Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Selain menyuguhkan pertunjukan seni musik tradisional, festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, musik tong-tong merupakan bagian dari kekayaan seni budaya daerah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi lokal sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas Sumenep.

Fauzi menyampaikan hal itu di sela-sela Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026).

“Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan sekadar peringatan perjalanan sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Fauzi.

Menurutnya, festival budaya seperti musik tong-tong tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.

Karena itu, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar tradisi yang telah berkembang turun-temurun tetap hidup dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Musik tong-tong dikenal sebagai salah satu kesenian khas Madura yang memiliki karakter bunyi perkusi kuat dan dinamis. Kesenian ini tumbuh di tengah kehidupan masyarakat dan berkembang menjadi pertunjukan yang menarik perhatian melalui perpaduan irama, kreativitas, serta kekompakan para pemainnya.

Penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kesenian tersebut di tengah perkembangan zaman.

Fauzi menegaskan, keberagaman budaya dan latar belakang masyarakat merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama untuk mendukung kemajuan daerah.

“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun Kabupaten Sumenep menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan penyelenggaraan festival yang menghadirkan seni tradisional sebagai ruang interaksi sosial. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberadaan kesenian lokal.

Selain menekankan pelestarian budaya, Bupati Sumenep mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep sebagai penguat partisipasi dalam pembangunan.

Menurut Fauzi, pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur lainnya agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

“Kemajuan Kabupaten Sumenep membutuhkan partisipasi seluruh pihak, karena pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen lainnya,” tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan budaya dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kerukunan hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

“Karena itu, persatuan dan gotong royong merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan daerah, sehingga seluruh elemen masyarakat perlu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Melalui Festival Musik Tong-Tong KEN 2026, Pemkab Sumenep berharap kesenian tradisional tetap menjadi bagian penting dari identitas daerah sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera.

“Kami mengharapkan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Sumenep unggul, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *