Bupati Fauzi Jadikan Turnamen Antar-SD sebagai Panggung Talenta Muda Sumenep

Jatimtoday.net, Sumenep: Sebanyak 23 tim sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan memperebutkan gelar juara dalam Turnamen Sepakbola Antar SD yang digelar mulai 1 Oktober 2026.

Namun, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsekolah.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan turnamen ini sebagai salah satu cara untuk memetakan potensi pesepakbola muda sejak usia dini.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kompetisi sepakbola perlu digelar secara berjenjang agar pembinaan pemain muda dapat dilakukan sejak usia sekolah dasar.

“Kita punya turnamen antar SD ini, tentu peruntukannya bagi siswa usia di bawah 13 tahun. Setelahnya, kita juga punya turnamen lain untuk kelompok usia di atasnya,” kata Fauzi, Minggu (27/9/2026).

Menurut dia, pembinaan sepakbola tidak cukup hanya dengan menggelar pertandingan. Performa pemain dalam kompetisi juga perlu dicatat dan dievaluasi untuk menentukan pembinaan selanjutnya.

Karena itu, Pemkab Sumenep akan melibatkan berbagai unsur sepakbola, mulai dari guru olahraga, pemilik klub, KONI hingga Askab PSSI Sumenep.

“Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bareng di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, Oktober ke depan diharapkan dapat menjadi momentum bagi perkembangan sepakbola di Kabupaten Sumenep.

Selain turnamen antar-SD, kompetisi kelompok usia U-17 juga akan digelar pada bulan yang sama.

Kedua kompetisi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi pemain sepakbola putra asal Sumenep.

“Semua harus jadi bahan evaluasi untuk ke depannya. Intinya, dengan gelaran turnamen di bulan Oktober yakni antar-SD dan U-17, kita fokus pada penilaian pemain sepakbola putra daerah,” kata Fauzi.

Ketua Panitia Turnamen Sepakbola Antar SD, Dedy Apri Wibowo, memastikan persiapan pertandingan telah rampung.

“Alhamdulillah kondisi lapangan siap, dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini,” kata Dedy.

Turnamen tersebut akan berlangsung selama tiga hari. Pertandingan diawali dengan penyisihan grup, kemudian dilanjutkan semifinal dan final.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, kompetisi sepakbola antarsekolah dapat menjadi bagian dari proses regenerasi pemain.

Menurut dia, keberadaan pemain muda sangat penting bagi keberlangsungan klub sepakbola di daerah.

“Sebuah tim sepakbola di Sumenep atau klub profesional akan banyak dipengaruhi oleh pemain-pemain muda. Artinya turnamen ini memiliki sumbangsih untuk masa depan sepakbola Sumenep,” kata Iksan.

Dengan demikian, turnamen antarsekolah dasar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga tahunan. Kompetisi itu menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi talenta muda untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Penulis: SPYEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *