Jatimtoday.net, Sumenep – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp17 miliar untuk masyarakat Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut mencakup perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, sektor pertanian dan perikanan, hingga pembangunan infrastruktur desa.
Penyaluran bantuan berlangsung dalam kegiatan SAPA Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jatim, TNI Angkatan Laut, dan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sebanyak 500 penerima bantuan hadir dalam acara yang mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”.
Salah satu fokus utama penyaluran bantuan adalah pembangunan desa. Berdasarkan rekapitulasi alokasi bantuan tahun 2026, bantuan keuangan desa di Kabupaten Sumenep mencapai Rp9,75 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur melalui sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.
Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan Rp6,959 miliar untuk berbagai program perlindungan sosial. Program tersebut mencakup bantuan PKH Plus bagi 2.880 keluarga, bantuan bagi penyandang disabilitas dan buruh rokok, serta program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara dan KIP PPKS Jawara.
Dukungan pemberdayaan masyarakat juga diberikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur dengan alokasi Rp603,2 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program Desa Berdaya di dua desa, Jatim Puspa di dua desa, bantuan bagi satu badan usaha milik desa (BUMDes), serta bantuan keuangan khusus bagi kabupaten.
Tak hanya menyasar kelompok penerima bantuan sosial, Pemprov Jatim turut memberikan dukungan kepada sektor pertanian dan usaha kecil. Dalam kegiatan tersebut, Khofifah meninjau penyerahan 17 unit traktor tangan dan tiga unit mesin pemipil jagung kepada kelompok tani.
Bantuan untuk nelayan dan pelaku usaha kecil juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Pemerintah turut menyalurkan zakat produktif bagi pedagang, paket etalase untuk menunjang usaha, serta bantuan sosial dan tali asih bagi pilar sosial.
Pelayanan langsung kepada masyarakat juga dihadirkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kesehatan. Khitan massal gratis diikuti sedikitnya 163 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan kesehatan keliling TNI AL, serta penyediaan dapur umum.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan administrasi kependudukan digital, perpustakaan keliling, dukungan psikososial, dan ruang bermain anak.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Dusun Daja, Desa Bates, Kecamatan Dasuk. Bantuan air bersih juga disalurkan kepada warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Khofifah berharap berbagai program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga melalui berbagai bantuan dan ikhtiar bersama ini, masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera, ekonominya tumbuh, dan kehidupannya semakin makmur. Semoga setiap langkah pembangunan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Kegiatan SAPA Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Sumenep menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor. Melalui bantuan sosial yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, manfaat pembangunan diharapkan semakin merata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga yang membutuhkan.












