Berita  

MPLB FIES Sumenep, Bekali Siswa Hidup Mandiri dan Berkarakter di Lingkungan Boarding

Jatimtoday.net, Sumenep – Memasuki kehidupan di lingkungan boarding bukan sekadar soal beradaptasi dengan tempat tinggal baru. Bagi siswa, fase ini menjadi awal untuk belajar mandiri, disiplin, sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas.

Semangat itulah yang menjadi fokus Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan saat menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Boarding (MPLB). Kegiatan tersebut dirancang untuk mempersiapkan siswa agar mampu menjalani kehidupan boarding dengan kesiapan mental dan karakter yang lebih kuat.

MPLB dihadiri Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan Hilmy Gauzan, M.Kom., Direktur Pendidikan FIES Sumenep Moh. Fauzi, M.Pd., Pengasuh Boarding Habib Ahmad Bin Muhsin Al-Hinduan, Ketua Komite Slamet Hidayat, SH., Sekretaris Komite Prof. Mohammad Ali Al-Humaidy, Bendahara Komite FIES Ahmad Wasil, S.Pd., Kepala FIES Sumenep Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., serta jajaran dewan guru dan ustadz-ustadzah.

Melalui MPLB, siswa diajak mengenal lebih dekat lingkungan boarding, memahami tata kehidupan dan budaya yang diterapkan, serta membangun kesiapan sebelum mengikuti rutinitas selama tinggal di lingkungan tersebut.

Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Hilmy Gauzan, menegaskan bahwa boarding tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, lingkungan boarding diharapkan menjadi ruang pembentukan kepribadian siswa secara menyeluruh.

“Boarding ini bukan sekadar tempat untuk tinggal dan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan anak-anak untuk membentuk karakter yang lebih baik. Di sini mereka akan belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan spiritual,” ujarnya.

Menurutnya, siswa juga didorong memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Kehidupan boarding diharapkan menjadi ruang untuk menguatkan kembali berbagai pembelajaran yang telah diperoleh siswa di sekolah.

“Selain itu, kami ingin menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan sesama, sekaligus membantu mereka mengulas kembali pelajaran yang telah didapatkan di sekolah,” imbuhnya.

Hilmy menambahkan, seluruh proses pembinaan di boarding diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri siswa. Dengan demikian, perkembangan mereka tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh sisi kemandirian, kepedulian, akhlak, dan tanggung jawab.

“Semua proses yang mereka jalani di sini mudah-mudahan menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Selain pengenalan lingkungan dan tata kehidupan boarding, MPLB juga menjadi momentum membangun kedekatan antara siswa dengan pengasuh, ustadz-ustadzah, guru, dan sesama penghuni boarding.

Berbagai kegiatan disusun dalam suasana edukatif, religius, disiplin, namun tetap menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih siap menghadapi kehidupan boarding sekaligus merasa nyaman menjadi bagian dari lingkungan pendidikan tersebut.

Bagi Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, boarding bukan hanya tempat siswa menjalani aktivitas sehari-hari. Lingkungan tersebut diposisikan sebagai bagian dari proses pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran, pembiasaan, penguatan spiritual, dan pembentukan karakter.

Melalui MPLB, yayasan berharap lahir generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemandirian, karakter kuat, akhlak baik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dengan bekal tersebut, kehidupan boarding diharapkan menjadi pengalaman pendidikan yang memberi fondasi penting bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi masa depan dengan lebih matang dan bertanggung jawab.

Penulis: SPYEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *